kesehatan anak, Psikologi anak, Ebook Kedokteran,

Jumat, 07 Agustus 2009

Kedudukan Kebudayaan Karo Ditinjau Dari Aspek Keseniannya

Sebuah etnik (suku) tidak bisa terlepas dari unsur keseniannya. Kesatuan alam, budaya dan seni merupakan perwujudan menyeluruh dari sebuah etnik. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan ragam etnik juga mempunyai keragaman kesenian yang dimiliki masing-masing etnik tersebut.

Suku Karo sebagai salah satu etnik dari beratus etnik yang dimiliki Nusantara tentu memiliki keunikan kesenian tersendiri. Keunikan Kesenian Karo inilah yang menjadi kebanggaan suku Karo dalam menjalankan tutur budayanya. Tapi potensi dan pengembangan kesenian Karo tidak bisa terlepaskan dari bagaimana masyarakat Karo dalam mengapresiasikan kesenian Karo itu sendiri.

Untuk itu dibawah ini sedikit terpaparkan paparkan apa, bagaimana dan mengapa kesenian Karo dalam konteks perkembangan budayanya. Semoga hal ini menjadi renungan bagi kita sebagai insan Karo dalam menyikapi kekayaan budaya yang kita miliki.

I. Seni Sastra.

Bahasa Karo adalah bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat Karo. Ruang lingkup penggunaan bahasa itu sendiri tidak mengenal ruang dan waktu. Dimanapun dan pada saat kapanpun jika ada sesama Karo bertemu ataupun bukan orang Karo tapi mengerti bahasa Karo berhak untuk berdialog dengan bahasa Karo.

Seni sastra bahasa Karo tingkat tinggi seperti “Cakap Lumat”. Cakap lumat adalah dialog diselang-selingi dengan pepatah, perumpamaan, pantun dan gurindam yang digunakan untuk sepasang kekasih untuk saling menggoda. Misalnya dahulu seorang pemuda bercintaan dengan seorang gadis di ture (teras rumah adat) maka untuk menarik perhatian gadis tersebut dia menggunakan cakap lumat.

Seni sastra Karo dapat digolongkan beberapa jenis yaitu : pantun, gurindam, anding-andingen (sindiran), kuan-kuanen (perumpamaan), bintang-bintang (mirip pantun), bilang-bilang (cetusan rasa sedih), cerita mitos, legenda dan cerita rakyat.

Bahkan bilang-bilang ditulis dengan aksara Karo di sepotong bambu. Isinya adalah jeritan hati sipenulisnya. Bilang-bilang tersebut terfokus pada suasana kepedihan. Oleh karena itu ada juga yang mengatakan bilang-bilang sebagai “dengang duka.”

Sama halnya dengan daerah lain di Indonesia, Karo juga mempunyai legenda dan cerita rakyat. Misalnya cerita Pawang Ternalem, Putri Hijau, Sibayak Barus Jahe, Guru Pertawar Reme, Si Beru Rengga Kuning, Beru Karo Basukum, Dunda Katekuten, Beru Ginting Pase, Baru Tarigan Tambak Bawang, Kak tengkok bungana, Siberu Tandang Kemerlang, Tera Jile-jile, Kerbo Sinanggalatu, Perpola, Singelanja Sira, Gosing Si Ajibonar dan lain sebagainya.

Aksara Karo merupakan salah satu bentuk kekayaan sastra Karo. Menurut sejarahnya aksara Karo bersumber dari aksara Sumatera Kuno yaitu campuran aksara Rejang, Lebong, Komering dan Pasaman. Kemungkinan aksara ini dibawa dari India Selatan, Myanmar/Siam dan akhirnya sampai ke Tanah Karo. Aksara ini hampir mirip dengan Simalungun dan Pakpak Dairi. Aksara Karo dulu ditulis di kulit kayu, tulang dan bambu.

II. Seni Musik.

Alat musik tradisional suku Karo adalah Gendang Karo. Biasanya disebut Gendang “Lima Sedalinen” yang artinya seperangkat gendang tari yang terdiri dari lima unsur.

Unsur disini bisa kita lihat dari beberapa alat musik tradisional Karo seperti Kulcapi, Balobat, Surdam, Keteng-keteng, Murhab, Serune, Gendang si ngindungi, Gendang si nganaki, Penganak dan Gung. Alat tradisional ini sering digunakan untuk menari, menyanyi dan berbagai ritus tradisi.

Jadi Gendang Karo sudah lengkap (lima sedalinen) jika sudah ada Serune, Gendang si ngindungi, Gendang si nganaki, Penganak dan Gung dalam mengiringi sebuah upacara atau pesta.

Tapi sekarang perkembangan musik Karo sudah terkontaminasi dengan alat modern semacam keyboard. Era masuknya musik keyboard ke dalam kesenian Karo sekitar tahun 1990an. Musik keyboard sudah mendominasi kesenian Karo, sehingga timbul kesimpulan jika tidak ada Keyboard maka gendang Karo itu tidak ramai.

III. Seni Suara.

Diperkirakan dibawah tahun 1800an suku Karo belum mengenal seni suara secara nyata. Kemudian dalam perkembangannya muncullah lagu-lagu yang dibawakan seseorang sebagai ‘perende-rende’ (penyanyi). Lagunya masih cenderung sedih. Lagu ini biasa dibawakan untuk mengantar cerita atau memuja seseorang. Juga menyampaikan doa seperti lagu didong-didong.

Setelah perkembangannya lagu-lagu Karo mulai diiringi oleh gendang Karo sebagai musiknya. Yang membawakan lagu ini baik laki-laki maupun perempuan disebut permanga-mangga dan akhirnya beralih nama menjadi perkolong-kolong.

Banyak lagu Karo diciptakan dari generasi terdahulu sampai sekarang. Sebagai contoh komponis Karo yang telah melegenda adalah Djaga Depari.

IV. Seni Tari.

Tari dalam bahasa Karo disebut “Landek.” Pola dasar tari Karo adalah posisi tubuh, gerakan tangan, gerakan naik turun lutut (endek) disesuaikan dengan tempo gendang dan gerak kaki. Pola dasar tarian itu ditambah dengan variasi tertentu sehinggga tarian tersebut menarik dan indah.

Tarian berkaitan adat misalnya memasuki rumah baru, pesta perkawinan, upacara kematian dan lain-lain.

Tarian berkaitan dengan ritus dan religi biasa dipimpin oleh guru (dukun). Misalnya Tari Mulih-mulih, Tari Tungkat, Erpangir Ku Lau, Tari Baka, Tari Begu Deleng, Tari Muncang, dan lain-lain.

Tarian berkaitan dengan hiburan digolongkan secara umum. Misalnya Tari Gundala-gundala, Tari Ndikkar dan lain-lain.

Sejak tahun 1960 tari Karo bertambah dengan adanya tari kreasi baru. Misalnya tari lima serangkai yang dipadu dari lima jenis tari yaitu Tari Morah-morah, Tari Perakut, Tari Cipa Jok, Tari Patam-patam Lance dan Tari Kabang Kiung. Setelah itu muncul pula tari Piso Surit, tari Terang Bulan, tari Roti Manis dan tari Tanam Padi.

V. Seni Pahat (Ukir).

Keragaman seni pahat dan ukir suku Karo terlihat dari corak ragam bangunannya. Dulu orang yang ahli membuat bangunan Karo disebut “Pande Tukang.”

Hal ini terlihat dari jenis-jenis bangunan Karo seperti Rumah Siwaluh Jabu, Geriten, Jambur, Batang, Lige-lige, Kalimbaban, Sapo Gunung, dan Lipo.

Seni ukir yang menjadi kekayaan kesenian Karo terlihat pada setiap ukiran bangunannya seperti Ukir Cekili Kambing, Ukir Ipen-Ipen, Ukir Embun Sikawiten, Ukir Lipan Nangkih Tongkeh, Ukir Tandak Kerbo Payung, Ukir Pengeretret, dan Ciken.

VI. Seni Drama.

Seni drama tergolong langka pada masyarakat Karo. Kalaupun ada biasanya berhubungan dengan tarian seperti Tari Mondong-Ondong yang berhubungan dengan drama Perlanja Sira (Pemikul Garam), Tari Tungkat dan Tari Guru.

Tidak bisa disangkal lagi kedudukan suatu kebudayaan akan lebih lagi mendapat pengakuan jika ada pengakuan dari kreatifitas keseniannya dan bagaimana etnik tersebut mengembangkan unsur keseniannya.

Pengembangan dan pelestarian kesenian Karo saat ini sudah masuk dalam taraf memprihatinkan. Kita tidak boleh begitu saja menyalahkan para seniman Karo yang selalu saja berusaha mencari cara bagaimana agar kesenian Karo dapat berkembang dan lestari. Tapi keberlangsungan kesenian Karo tersebut terletak pada masyakarakat Karo sendiri bagaimana mengapresiasikan kekayaan keseniannya.

Sekali lagi, keberlangsungan kesenian Karo tidak hanya terletak di bahu para senimannya. Tapi juga peran serta masyarakat Karo dalam melestarikan dan menghargainya.

Alangkah baiknya jika kita tumbuhkan rasa memiliki, melestarikan dan menghargai akan perkembangan kesenian Karo. Hingga Kesenian Karo itu tidak pernah mati.

Bujur ras Mejuah-juah kita kerina.

Sumber : joeybangun.wordpress.com







































Budaya Karoshi, Budaya Karo - sejarah marga-marga, Budaya Karo ibas terang kata dibata, Budaya Karo kerja tahun, Budaya Karo pdf, budaya batak karo, sejarah Budaya Karo, seni Budaya Karo, budaya adat karo, budaya tanah karo, artikel Budaya Karo, budaya suku batak karo, lagu budaya batak Karo mp3 download, budaya adat batak karo, sejarah budaya batak karo, seni budaya batak karo, Perkembangan budaya batak karo, makalah budaya batak karo, unsur budaya batak karo, cerita Budaya Karo, contoh Budaya Karo, budaya daerah karo, filsafat Budaya Karo, jenis Budaya Karo, budaya kabupaten karo, budaya khas karo, budaya kalak karo, sosial budaya kabupaten karo, kesenian budaya karo, gambaran sosial budaya kabupaten karo, keragaman budaya karo, lagu budaya karo, mengenal budaya karo, makalah Budaya Karo, budaya orang karo, pengertian Budaya Karo, pantun Budaya Karo, radio Budaya Karo, pesta Budaya Karo, acara Budaya Karo, musik Budaya Karo, situs Budaya Karo, situs Budaya Karo, website Budaya Karo, tarian Budaya Karo, tenah Budaya Karo, tentang budaya karo.

mp3 lagu karo, lirik lagu karo, lagu karo mp3, lagu perjabun, lagu pengantin mp3, lagu pengantin teks, lirik lagu pengantin karo, download lagu karo, festival lagu karo, teks lagu karo, lagu pengantin karo, lagu pengantin karo mp3, gratis dowload lagu karo, 
Masyarakat karo tempo dulu, Masyarakat karo terobos mendagri,  Masyarakat karo demo bupati, himpunan Masyarakat karo indonesia, tokoh Masyarakat karo, demo Masyarakat karo, sejarah Masyarakat karo, tradisi Masyarakat karo, cerita masyarakat karo, legenda Masyarakat karo, masyarakat adat karo, agama Masyarakat karo, himpunan Masyarakat karo, karakteristik Masyarakat karo, kepercayaan Masyarakat karo, karakter Masyarakat karo, kekerabatan Masyarakat karo, asal usul Masyarakat karo, latar belakang Masyarakat karo, sistem kekerabatan Masyarakat karo, organisasi Masyarakat karo, masyarakat tanah karo.

ADAT KARO IBAS ERJUMA

Ngumbung Juma/Pola (Erbahan Salep)

Lit dua erbage pengkaan kerna ngumbung ibas Karo `si dekah. Sada pengangkaan eme erbahan tanda-tanda entahpe salep maka barang si ibahan tandana e enggor lit si ndahisa lit ka pe atena ia empurna. Pengangkaan sideban eme arah kenjulu, lit kerja aron si iktaken ngumbung. Ija enda ilakoken nandangi aron erdahin ku juma piga-piga wari nari. Kerja ngumbung enda, tiap-tiap terpuk aron erbahan sada ingan si ikoko alu lambe.


Ibas ingan eme ia erbahan cimpa entahpe nggule nurung, `si dilaki motong. Enca jenari kerina si bahanna ije ibagi-bagina ras-ras, Eme ibabana mulih ku rumah man luahna ku nande-bapana ras kade-kadena kerina bas kuta e. Ngumbung juma , eme erbahan tanda (salep) ibas sada juma terulang si ia rempu, alu sura - sura maka `si ngumbung enda empuna ras ndahisa.

Ngumbung ilakoken alu ngerentes juma e piga - piga depa i tengah. Jenari isuanken sada batang kayu entahpe galuh. Ideherna iban salep, ertina ipajekken kayu ntah buluh, isangkutken ije lambe pola. Dung `sie maka mulih ku rumah, ijumpai pengulu (anak taneh) ikataken bana kerna sie.

Adi Ia ia keberaten ras kalak `si deban, maka juma `e enggor banci idahina (ibuatna). Sepuluhlima wari e nca `sie, juma `e enggor mulai idahina ras ibanna duruna, eme si jadi baleng. Belang juma banci `asa gegeh menter batu ku lawes, ku kemuhen, ku lebe tahpe ku pudi.

Ngumbung pola ertina erbahan tanda maka pola `e enggor lit sindahisa. Enda ilakoken alu ngiketken lambe bas batangna entahpe ` i lislis kelewet batangna e. Jemaka man si perpola i kuta e, isehken maka ola siaku-akun ndahisa. Biasana pola si isalep eme si enggor mendeki (nandangi nampur) tanna. Enca bage maka enggor banci pola e itumbuki si erbahan salep. Seterusna nampur, er rirang. Enggo kenca rirangna lebih setengah tua mulaime ibal-bal.

sumber : geocities.com/putrakaro























































Budaya Karoshi, Budaya Karo - sejarah marga-marga, Budaya Karo ibas terang kata dibata, Budaya Karo kerja tahun, Budaya Karo pdf, budaya batak karo, sejarah Budaya Karo, seni Budaya Karo, budaya adat karo, budaya tanah karo, artikel Budaya Karo, budaya suku batak karo, lagu budaya batak Karo mp3 download, budaya adat batak karo, sejarah budaya batak karo, seni budaya batak karo, Perkembangan budaya batak karo, makalah budaya batak karo, unsur budaya batak karo, cerita Budaya Karo, contoh Budaya Karo, budaya daerah karo, filsafat Budaya Karo, jenis Budaya Karo, budaya kabupaten karo, budaya khas karo, budaya kalak karo, sosial budaya kabupaten karo, kesenian budaya karo, gambaran sosial budaya kabupaten karo, keragaman budaya karo, lagu budaya karo, mengenal budaya karo, makalah Budaya Karo, budaya orang karo, pengertian Budaya Karo, pantun Budaya Karo, radio Budaya Karo, pesta Budaya Karo, acara Budaya Karo, musik Budaya Karo, situs Budaya Karo, situs Budaya Karo, website Budaya Karo, tarian Budaya Karo, tenah Budaya Karo, tentang budaya karo.

mp3 lagu karo, lirik lagu karo, lagu karo mp3, lagu perjabun, lagu pengantin mp3, lagu pengantin teks, lirik lagu pengantin karo, download lagu karo, festival lagu karo, teks lagu karo, lagu pengantin karo, lagu pengantin karo mp3, gratis dowload lagu karo, 
Masyarakat karo tempo dulu, Masyarakat karo terobos mendagri,  Masyarakat karo demo bupati, himpunan Masyarakat karo indonesia, tokoh Masyarakat karo, demo Masyarakat karo, sejarah Masyarakat karo, tradisi Masyarakat karo, cerita masyarakat karo, legenda Masyarakat karo, masyarakat adat karo, agama Masyarakat karo, himpunan Masyarakat karo, karakteristik Masyarakat karo, kepercayaan Masyarakat karo, karakter Masyarakat karo, kekerabatan Masyarakat karo, asal usul Masyarakat karo, latar belakang Masyarakat karo, sistem kekerabatan Masyarakat karo, organisasi Masyarakat karo, masyarakat tanah karo.

ORAT TUTUR ARAH PERJABUN





Bagaimana ertutur dalam orang karo ,,,
disini akan disebutkan bagaimana orat ertutur dalam orang karo khusus dalam keluarga dekat
atau dengan istilah "orat tutur arah perjabun"
karena ertutur dalam budaya karo memiliki ruang lingkup arti yang lebih luas.

EMAS PERDEMUKEN

I. ERBAPA ( Bapak )

1. Erbapa kempak Orang Tua simupusken
2. Erbapa kempak simpemeren bapa
3. Erbapa kemapak siparibanen bapa
4. Erbapa kemak Biak senina bapa
5 Erbapa kempak biak si pengalon bapa
6. Erbapa tua kempak Senina bapa sintua
7. Erbapa tengah kempak senina bapa sintengah
8. Erbap nguda kempak Senina bapa singuda



II. ERNANDE ( Ibu )

1. Ernande man si mupus kita ( Ndehra bapanta )
2. Nande kempak ndehara sipemeren bapanta, senina / satu bere-bere.
3. Nande kempak ndehara biak senina bapa
4. Nande kempak biak sipengalon bapanta
5. Nande tua kempak ndehara bapa tua.
6. Nande tengah kempak ndehara bapa tengah
7. Nande nguda kempak ndehara bapa nguda.

III . ERTURANG ( Saudari )

1. Erturang antara si dilaki ras si diberu, adi sada bapa entah sada nande
2. Erturang antara si dilaki ras si diuberu, adi si pemeren bapana
3. Erturang antara sidilaki ras diberu, adi ersenina bapana
4. Erturang antara si dilaki ras si diberu, adi ersenina bapana
5. Erturang antara si dilaki ras diberu adi sembuyak nandena ( Sipemeren )
6. Erturang anara sidilaki ras si sidiberu , adi sembuyak nandena ( sipemeren )
7. Erturang - Impal kempak Bibi Turang bapa, adi dilaki
8. Erturang -Impal kempak anak mama, adi kita diberu

IV. SENINA ( Saudara )

1. Senina kempak sembuyak - senian -golongen bapa ( sidilaki ras sidilaki )
2. Senina si pemeren kempak anak senina nandeta
3. Senina kempak kerina anak sipemberen bapanta ( dilaki ) turang adi diberu.
4. Senina adi lit orat tutur ersenina, tah sipemeren
5. Senin sipengalon, adi beberenta ngempoi anakna, anem labo pe sada merga.

V. MAMA ( Paman )

1. Mama kempak Turang Nande, ntah bapa ndehara turangta pe ermama
2. Mama kempak kerina turang Nande , gia lain bapa.
3. Mama kempak turang impal nande.
4. Mama Tua kempak turang nandeta sintua, tah bapa ndeharata sintua
5. Mama tengah kempak Turang bapanta sintengah
6. Mama nguda kempak mama ia kerina i nguda ibas mama e sembuyak
agi Nande tah senina bapa ndeharanta, tapi singuda.

VI. MAMI

1. Mami kempak ndehara mama turang nandeta.
2. Mami kempak Nande ndeharanta.
3. Mami kempak kerina ndehara mamanta tah gia Puang Kalimbubu
4. Mami tua kempak ndehara mama tuanta
5. Mami tengah kempak ndehara mama tengahta.
6. Mami nguda kempak ndehara Mama ngudanta

VII. BIBI

1. Bibi arah turang bapa
2. Bibi senina nande
3. Bibi nande perbulangen
4. Bibi kempak turang impal bapa.
5. Bibi kempak kerina tegun turang bapa
6. Bibi tua kempak turang bapa sintua
7. Bibi tengah kempak turang bapa sintengah
8. Bibi nguda kempak turang bapa singuda

VIII, BENGKILA

1. Bengkila kempak bapa perbulangen ( ajinta )
2. Bengkila kempak perbulangen turang bapanta.
3. Bengkila kempak krina senina bengkila.

IX. SILIH

1. Silih kempak turang ndehara ( Kalimbubu )
2. Silih kempak si ngempoi turangta
3. Silih kempak kempak kerina Golongen Turanga ndeharanta

X. TURANGKU

Turangku em simehangke, erturangku harus rebu , labo banci siperkuanen
( secara langsung ) Adi simble pe harus duana nilah.

1. Turangku kempak ndehara silihta
2. Turangku kempak perbulangen berunta tah silih perbulangen ( anak beru )
3. Turangku kempak kerina ndehra silihta , tah silih egia puang kalimbubu.

XI. KELA

1. Kela kempak perbulangen anakta
2. Bebere kempak anak Turangta ( kita dilaki ) Adi mama ras maminta pe erkela.

XII. PERMAIN

1. Permain kempak ndehara anakta
2. Permain kempak kerina anaj turang ndeharana, dilaki tah diberu.

XIII. NINI BULANG ( Kakek )

1. Nini bulang kempak bapa bapanta
2. Nini Bulang kempak Bapa Nandeta
3. Nini bulang kempak jenjang si mupus bapa, nande, mama , bengkila ras sidebanna.

XIV. NINI TUDUNG ( Nenek )

1. Nini tudung kempak kerina Golongen ndehara Nini Bulang
2. Subuk Nini Tudung enda golongen Kalimbubu tah anak beru bagepe tategun bapanta.

sumber : geocities.com/putrakaro












































Budaya Karoshi, Budaya Karo - sejarah marga-marga, Budaya Karo ibas terang kata dibata, Budaya Karo kerja tahun, Budaya Karo pdf, budaya batak karo, sejarah Budaya Karo, seni Budaya Karo, budaya adat karo, budaya tanah karo, artikel Budaya Karo, budaya suku batak karo, lagu budaya batak Karo mp3 download, budaya adat batak karo, sejarah budaya batak karo, seni budaya batak karo, Perkembangan budaya batak karo, makalah budaya batak karo, unsur budaya batak karo, cerita Budaya Karo, contoh Budaya Karo, budaya daerah karo, filsafat Budaya Karo, jenis Budaya Karo, budaya kabupaten karo, budaya khas karo, budaya kalak karo, sosial budaya kabupaten karo, kesenian budaya karo, gambaran sosial budaya kabupaten karo, keragaman budaya karo, lagu budaya karo, mengenal budaya karo, makalah Budaya Karo, budaya orang karo, pengertian Budaya Karo, pantun Budaya Karo, radio Budaya Karo, pesta Budaya Karo, acara Budaya Karo, musik Budaya Karo, situs Budaya Karo, situs Budaya Karo, website Budaya Karo, tarian Budaya Karo, tenah Budaya Karo, tentang budaya karo.

mp3 lagu karo, lirik lagu karo, lagu karo mp3, lagu perjabun, lagu pengantin mp3, lagu pengantin teks, lirik lagu pengantin karo, download lagu karo, festival lagu karo, teks lagu karo, lagu pengantin karo, lagu pengantin karo mp3, gratis dowload lagu karo, 
Masyarakat karo tempo dulu, Masyarakat karo terobos mendagri,  Masyarakat karo demo bupati, himpunan Masyarakat karo indonesia, tokoh Masyarakat karo, demo Masyarakat karo, sejarah Masyarakat karo, tradisi Masyarakat karo, cerita masyarakat karo, legenda Masyarakat karo, masyarakat adat karo, agama Masyarakat karo, himpunan Masyarakat karo, karakteristik Masyarakat karo, kepercayaan Masyarakat karo, karakter Masyarakat karo, kekerabatan Masyarakat karo, asal usul Masyarakat karo, latar belakang Masyarakat karo, sistem kekerabatan Masyarakat karo, organisasi Masyarakat karo, masyarakat tanah karo.

ADAT MEREKEN BULANG, TUDUNG, OSE, TAH AMAK TAYANGEN ( NGOSEI )

Kehormaten man orang tua lit ka acara gelarna mereken bulang, tudung, ose. Biasana acara e i laksanakan bagi orang tua si enggo umurna 60 tahun kudas, janah anakna enggo buen erjabu. Si enggo erjabu pe biaska nakanna ras dat pencarian ia tentu ersura – sura ia ndahi nande ras bapana mereken tudung, bulang ras osena, mawen ikut amak tayangen. Bulang – bulang eme uis beka buluh, bajuna baju gunting cina (gundari enggo biasa i bereken indung baju/jas), sambatna gatip, kadang – kadangenna uis langge – langge, uis pementing, cengkuk – cengkuk uis beka buluh i tamaken das barana, man cabinna uis batu jala. Si man tudung eme uis batu jala entah pe kelam – kelam, entah pe uis rambu–rambu, kadang – kadangenna uis nipes, gonjena sambat – sambat.


Emaka lako nehken sura – surana ipepulungenna anak beruna lako runggu nikapken kai si perlu, muat warina mata kerja ikut ka pe runggu kerina sembuyak ras senina. Adi ngasup banci i pepulung kerina kade – kade, erkata gendang, tapi adi la ngasup banci kange kerja bujur – bujur saja, sangkep nggeluh ras kade – kade si ndeher saja.



Aturen mereken tudung, bulang ras ose tah amak tayangen emekap:

- I kimbangi amak cur ingan kundul nande ras bapa si man osen, bage ka pe amak si pulung.

- Kerina anakna si dilaki ras si diberu bage pe permenna reh ras kundul i adapenna, maba kampil, maba tudung, bulang ras ose. Kerina permenna ngapuri belo terdua, siman berenkenna man simetuana, ras ajintana tersada – sada. Dung ngkapuri belo emaka permenna sintua ngerana “Ibas nangkih – nangkih matawari enda pulung kami kerina pernendu ras anakndu o bibi, nina bengkila, isembahken kami menda belo cawir maka cawirlah kam metua duana, entah ija gia sekali kurangna perbahanen kami ibas si pagi wari enda, mindo ngenda kami anakndu maka ola tama sangkut ukurndu. Meriahlah ukurndu ngalo – ngalo kerehen kami kerina sebab kami kap kini tuah ras kebayakenndu. Aloken dage belo enda.”bagem nina permenna, banci pe sanga si e ia teriluh.

- Acara ngampeken tudung ras bulang.

Anakna sintua si dilaki encikep bulang, permenna encikep tudung, emaka mulai me anakna si dilaki ersumekah, nina : “Ibas wari mehuli wari salang sai, katikana pe menahang, pulung kami kerina anakndu si dilaki ras si diberu, Itampeken kami menda tudung ku takalndu nande, itampeken kami menda bulang ku talakndu o bapa, maka tampelah kini tuah, kini sangap kini bayak man kami kerina anakndu, man kalimbubu ras senina bage pe anak beru, cawir kam metua, ola sakit – sakit dingen mejuah – juah kita kerina, “bage me nina. Ngadi ia erbelas, emaka itampeken ndeharana tudung ku takal simetuana ngikut cimbangna namaken baju, ndawa ras kadang – kadangna, bage ka pe anak si dilaki nampeken bulang ku takal bapana, ngikut – ngikut sembuyakna namaken indung baju, sambat, cekuk – cekuk, kadang – kadangen. Enggo metunggung nandena, enggo metunggung bapana iarakken anak kerina rikut pe kalimbubu ras anak beru. Emaka ibuat permenna beras meciho rikut pe beruna, iamburinya beras meciho e ku simetuana, ku ajintana rikut ras kalimbubu, senina, anak beru si pulung ije. “Mejuah – juah, mejuah – juah”, nina erbelas. Adi erkata gendang, ije me mulai ipalu gendang. Adi la ergendang emaka i umputi alu aturen ngerana – ngerana.

- Ngenca dung acara ngerana emaka man.

Leben isikapken perpangan man orang tua si ngaloken ose, emaka si enterem. Ngenca dung man, ngisap – ngisap ras siduduren isap, enca bage enggo banci sirang, kade – kade mulih ku rumahna entah ku kutana. Kini kerina mereken bulang e ras tudung man orang tua, buena 2/3 sekara – jangen anak si dilaki, 1/3 sekeranjangen anak si diberu.

Sumber: geocities.com/putrakaro

"NENGGET" Ibas kalak karo (Erpalasken kiniteken sindekah)

N E N G E T

PENGERTIANNA:
Nengget asal katana ibas sengget nari.

Nengget eme sada lakon/kerja siniban sangkep nggeluh nandangi sada jabu si kuh sangkep jabuna:

a. La lit anak ipupusna
b. Pupusna dilaki/diberu kerina
c. Unsur pinakiten
d. Unsur kepaten anak
e. Nengget kerna wari tubuh seri ras bapa/nandena
f. Nengget si usur mbalu
g. Nengget jabu si enggo mehuli kulana, tapi enggo iakap ndekahsa maka mupus

Jadi lakon nengget eme sada kerja, sini lakoken si rebu ras ia (turangkuna) nengget si dilaki/diberu gelah tendina ulanai bagi si gel – gel, alu bage maka iarapken si langa mupus iarapken enggo mupus anak, si langa lit anak dilaki iarapken dat anak dilaki, si langa mupus anak diberu iarapken dat anak diberu enggo kenca isengget. Emaka piga – piga jabu si langa sangkep jabuna iarapken reh jadi sangkep. Ngidah si bagenda rupaname maka lakon nengget lit denga ibahan seh ngayak gundari.

2. SI MAN PESIKAPEN :

a. Nakan ras bengkauna (manuk isangkepi).
b. Uis arnteneng (perembah)
c. Uis kapal
d. Batu lagan
e. Tumba beru – beru
f. Lau si malem – malem
g. Ose man si dilaki ras si diberu
h. Gendang (banci lit, banci lang)

3. SI NGKERJA KENCA:

a. Adi la lit pupusna, entah lenga lit pupusna anak dilaki, emaka kalimbubu (terutama kalimbubu si mada daeh) si ngkerja kenca (si mprakasai nenggetsa) ngarak – ngarak sangkep nggeluh.

b. Adi langa lit pupus anak diberu, si ngkerjaken nengget e anak beru batangna, ngarak – ngarak sangkep nggeluh. Enggo kenca dat arih ersada kalimbubu ras anak beru, la betehen jabu siman senggeten, itentuken me warina, emaka isikapken kerina pulungen si enggo isingetken bagi si datas ndai. Jenari pulung me kerina kade – kade ku sada ingan si enggo itentuken nandangi wari sienggem gelap. Ambah si e, isuruh me sekalak ku jabu si ateta i sengget ndai, petempa – tempa ngeranaken sada dahin si perlu kal, gelah tupung kari rombongen e seh i rumahna, si i senget la ije nandingken rumah ras perbulangenna ras anak jabuna. Rombongen si reh e perlebe – lebe eme turangkuna si maba tumba beru – beru/ember si enggo isin lau si malem – malem.

Seh kenca i rumah, minter icocoina turangkuna ndai, alu ngeranca : “Jera tendindu jumpalah anak bagi si isura e kerna mupus anak dilaki/anak diberu ningku si (anu), lang labo kita rebu rasa lalap”. Rikut turang kuna ncocoi e, maka iban me gejek alu malu gung (adi lit ibaba) entah pe mekpeki kai – kai si banci erbahan gejek rikut pernanden ralep – alep kerina asa gegehna, gelah turangkuna sina icocoi ndai tuhu – tuhu sengget.

Alu bage maka robah tendina, gelah min ia mupus enggo kenca iban lakon nengget enda ndai. Dung si e, maka perbulangenna ras anak jabuna iosei, si dilaki ruis pernanden, si diberu ruis si perbahan. Eme itudungi, rabit, janah batu lagan ndai ioahnaalu uis arinteneng janah ndawana uis kapal. Adi lit ibaba gendang, landek me kerina.

Adi la lit gendang, terus iban me acara mukul (ipersada man ibas pinggan pasu alu bengkau “manuk isangkepi” si enggo ipesikap kalimbubu + tinaruh manuk). Adi enggo dung man duana, emaka man mejelma sienterem. Kenca si e maka ioge me gerek – gerekken (tinaruh manuk ras teraju manuk i sangkepi ndai). Adi teridah menek – menek nandangi mama/mami (kalimbubu) entah pe nandangi mama/mami (kalimbubu) entah pe nandangi bibi/bengkila, maka ipejore me minter ibas wari si e. Jenari isangkepina ka kai sura – surana.

Pepagina ipedalan utang adat (nereh empo) bagi biasana. Perlengiten 2/3 ditanggung si isengget, 1/3 itanggung si reh.

Bagenda me lakon/kerja nengget.





















































Budaya Karoshi, Budaya Karo - sejarah marga-marga, Budaya Karo ibas terang kata dibata, Budaya Karo kerja tahun, Budaya Karo pdf, budaya batak karo, sejarah Budaya Karo, seni Budaya Karo, budaya adat karo, budaya tanah karo, artikel Budaya Karo, budaya suku batak karo, lagu budaya batak Karo mp3 download, budaya adat batak karo, sejarah budaya batak karo, seni budaya batak karo, Perkembangan budaya batak karo, makalah budaya batak karo, unsur budaya batak karo, cerita Budaya Karo, contoh Budaya Karo, budaya daerah karo, filsafat Budaya Karo, jenis Budaya Karo, budaya kabupaten karo, budaya khas karo, budaya kalak karo, sosial budaya kabupaten karo, kesenian budaya karo, gambaran sosial budaya kabupaten karo, keragaman budaya karo, lagu budaya karo, mengenal budaya karo, makalah Budaya Karo, budaya orang karo, pengertian Budaya Karo, pantun Budaya Karo, radio Budaya Karo, pesta Budaya Karo, acara Budaya Karo, musik Budaya Karo, situs Budaya Karo, situs Budaya Karo, website Budaya Karo, tarian Budaya Karo, tenah Budaya Karo, tentang budaya karo.

mp3 lagu karo, lirik lagu karo, lagu karo mp3, lagu perjabun, lagu pengantin mp3, lagu pengantin teks, lirik lagu pengantin karo, download lagu karo, festival lagu karo, teks lagu karo, lagu pengantin karo, lagu pengantin karo mp3, gratis dowload lagu karo, 
Masyarakat karo tempo dulu, Masyarakat karo terobos mendagri,  Masyarakat karo demo bupati, himpunan Masyarakat karo indonesia, tokoh Masyarakat karo, demo Masyarakat karo, sejarah Masyarakat karo, tradisi Masyarakat karo, cerita masyarakat karo, legenda Masyarakat karo, masyarakat adat karo, agama Masyarakat karo, himpunan Masyarakat karo, karakteristik Masyarakat karo, kepercayaan Masyarakat karo, karakter Masyarakat karo, kekerabatan Masyarakat karo, asal usul Masyarakat karo, latar belakang Masyarakat karo, sistem kekerabatan Masyarakat karo, organisasi Masyarakat karo, masyarakat tanah karo.

CARA ERTUTUR IBAS KALAK KARO

Ibas kalak Karo biasa lit bagi sada kuan – kuan, nina : “ADI LABO BELUH ERTUTUR, TENTU LABO IA SIAT KU JAPA PE”. Gelah banci si petandeken dirinta ku kalak sesama Karo, janah kalak pe perlu si tandai, dalinna emekap arah ertutur. Emaka ertutur seh kal perluna ibas kalak Karo.



Katawari pe adi lit dua kalak, kalak Karo jumpa, adi langa si betehen orat tutur si pemena lebe ilakoken emekap : ertutur, sebab arah penturken nge maka dat orat perkade – kaden sue ras aturen adat Karo. Si orati lebe merga jenari bebere, janah adi la dat orat tutur arah merga ras bebere, banci iorati pe seh ku binuangna ras solerna. Emaka adi la dat orat tutur si pasti, ikataken ; nimai dat ganjang terukna, tah pedauh – perdeherna perkade – kaden ibahan me lebe enimpal. Sebab adi orat tutur ibas suku Karo, usur lit pe gancih, umpama sekali enda si a jabu kalimbubu, tapi ibas kerja/pesta adat sideban banci nge ia jadi anak beru ka.



Cara ertutur ibas kalak/suku Karo lit 3 erbage :

1. Ibas sada paksa jumpa si Atan ras Benana (contohna), reh nina si Antan : “Mejuah – juah, kuakap kita langa bo pernah si tandan ari? Erkai nge ndia tuturta? “, nina.

Ijawab si Benana : “Payo, kuakap pe bagi katandu e nge. Apai/kai dage mergandu? “, nina, Nina si Antan : “Aku Tarigan, beberena bere Karo Reh nina si benana : “Adi bage kai nge ndia si bahan tuturta ari? Kam apai kin mergandu ras beberena”? “Mergangku Ginting, bebere Tarigan aku, “nina si Benana. Emaka reh nina si antan : “Adi bage, si mehulina ersilih me lebe sibahan ope dat ganjang terukna, emaka inget – inget kam, gelarku si Antan, permendu ndai si Maria gelarna, kutanta i Sukanalu, sebab la kap tandan perdalin, adi kempak ah kam, reh kam ku rumah, rumahta i kesain rumah suku”.

Ibas pertuturen si das enda ndai, arah merga ras bebere si dua kalak enda ndai minter dat orat perkade – kaden, emekap : ersilih.

Lit ka deba adi i orati merga Karo – Karo beberena Sembiring. Jadi ibas bagenda rupana erbahan orat tutur biasana/lit i singetkenna sada jelma si i tandaina ibas sada ingan/kuta temanna ertutur e.



2. Nina si Pengarapen (misalna) : “Kuakap kita langa bo sitandan ari? “Reh nina si Tampe (misalna) : “Langa bo kuakap kita ngerana pe. E gia, kai kin mergandu? Nina Pengarapen : “Aku Ginting mergangku, beberena Tarigan. Dage erkai me orat tuturta? “Ijawab si tampe, nina : “Mergangku Karo – Karo, bebere Sembiring. Adi arah merganta ras beberenta e duana langa lit orat tuturta, emaka …. Kai….dage binuangna (bebere bapanta)? “Perangin – angin, sebab binuang (bebere bapa) pe Perangin – angin ka nge “Dage ersenina me lebe sibahan ari?” nina duana. Jenari sijbapen ka ia duana : “Senina me lebe sibahan nimai dat orat terdeheren.”

Ertutur banci ilakoken antar si dilaki ras dilaki, entah antar diberu ras diberu, bage pe banci ka nge ku … sekalak dilaki ku sekalak diberu. Sebab arah pertuturen e dalin maka kerina kalak Karo enggo dat perkade – kaden.

Emaka adi jumpa ras ise gia. Tah langa si betehen orat tutur tah langa si tandan, arus ertutur lebe. Perkade – kaden ibas sukur Karo, labo arah litna pertuturen saja. Tapi lit ka nge sitandan erkiteken sada kuta. Arah sekolah ras sidebanna. Tuhu langa si oraten tutur tapi enggo jadi kade – kade. Bage gia adi sesama suku Karo, terusken ka gelah ngorati orat tutur, gelah reh mantapna perdauh/perdeher perkade – kaden.



3. – Adi sapih – sapih kalak Karo jumpa, tapi langa si betehen orat tutur, gelah si etehen orat tutur, ertuturlah lebe. Terlebih – lebih man anak perana ras singuda – nguda adi langa si tandan, seh kal perluna si oraten tutur lebe, maka i mulai ngerana – ngerana gelah enggo i eteh lebe orat tutur pekepar

- Entah kuja gia kari ranan e sehna, adi enggo leben si betehen orat tutur tah biak erturang tah biak erimpal, ope leben ieteh maka adi erturang lanai lit ranan kanak – kanak/jagar – jagar. Sebab adi dat maka temanta ngerana e si ndeherta kin, tentu enggo ka ieteh njaga ranan.

- Gelah ola kari enggo leben si ngenan ate, tapi adi arah orat labo dorek erkiteken erturang umpamana. Tah erturang impal kin, tentu sama – sama kecewa. Emaka perlu kal si oraten tutur lebe. Cara ertutur pe me lala nge erbagena, tapi tujuanna sada nge, emekap : gelah enggo si betehen orat tutur. Sebab adi sesama kalak Karo, anem ijapa pe ia eringan tah erdahin, adi ioratilah lit denga nge kerina pertalin, perkade – kaden. Emaka perlu kal adi jumpa kenca, leben si oraten tutur.







Si perlu lebe iorati emekap :

Adi sekalak anak perana jumpa ras sekalak si nguda – nguda langa si etehen orat tutur, maka arus ertutur lebe. Carana pe, si anak perana nge lebe nungkun/ngorati si nguda – nguda e, ertina si berinisiatif menurut adat Karo,si dilaki nge. Nina : “O turang….ma banci nge kita ertutur? (si oraten tutur)



Si perlu lebe iorati emekap :

Adi man si diberu :

a. Beru kai dage kam? Ertina Merga Bapa

b. Beberena? Ertina Beru Nande.



Adi man si dilaki :

a. Apai dage mergandu?

b. Kai bere – berena?



Adi kenca ieteh merga ras bebere pekepar pe, langa bo dat perkade – kaden si ndeher, emaka iorati :

a. Kai binuangna (bebere bapa)

b. Kai solerna (bebere nande)

Sebab biasana arah pertuturen si dua tingkat e lagia enggo me dat orat tutur, emekap tah : rimpa, ersenina arah bebere bapa, tah adi arah nande ersenina seemeren nande. Emaka perluna maka adi langa si tandan, tah langa pernah sioraten ertutur me lebe dalin si tandan.







2. Contoh sideban umpamana :

Sekalak anak perana jumpa ras sekalak singuda – nguda, perbahan langa si tandan, anak perana nge lebe nungkun. Nina : “O turang….ma banci kita si oraten tutur? “Jenari ijawab si nguda – nguda ndai : “Banci”, nina, emaka iterusken percakapen ndai :

(A = Anak perana, S = Singuda – nguda)

A : Beru apai dage kam ?

S : Aku beru Karo

A : Bere – Berena?

S : Bebere Sembiring

A : Adi bage erkai dage orat tuturta?

S : Kai kin mergandu?

A : Mergandu Ginting

S : Bere – berena?

A : Bere – bere Karo

S : Adi bage erkai dage orat tuturta?

A : Adi la kam me hangke rimpal kuakap kita

S : Ngkai maka me hangke adi bage kin seharusna.

A : Piga kam sembuyak?

S : Telu, pe – empatken ras kam

A : piga kam impal kami si diberu?

S : Sada aku ngenca

A : sintua, si ntengah, tah singuda kam?

S : Aku sintua

A : Kuh denga kin orangtuanta?

S : Kuh nge orantuanta, tapi mesera – mesera kal

A : Ija kin ingan orangtuanta?

S : I Kabanjahe Jl. Kapten Bangsi Sembiring, reh kam

A : Lak !….kuga pe reh nge aku, adi enggo lit katandu mehuli bagenda

S : Kam kaka piga kam sembuyak?

A : Enterem kal agi, lima aku sembuyak pe – enemken ras kam.

S : Kam sintua, sisntengah, tah si nguda?

A : Aku singuda, emaka erkaka nguda kam man bangku.

S : Ue kaka nguda……..



Bage me cara ertutur idur kalak/suku Karo adi kin perjumpan si la iarap tah ikataken jumpa i tengah dalin, tah idas motor/kereta api tah i datas kapal tah i Bandar Udara, ras tah ijaga ia pe adi lit perjumpan.


PANTUN IBAS ANAK SI NGUDA



1. Cike paku langgendu.

Tangke lenga mbulak kujaba

Mejile kap aku atendu.

Jilen denga rupa kubaba



2. Meganjang tuhu deleng Sibayak

Ngincuah dalan ku Pancurbatu

Man bandu aku labo terayak

Megi sorandu persatan bat



3. Isuan jaba itepi ju mandu.

Tuhu medalit dalan ku Kaban

Natap rupandu megi sorandu

La kuakap lit dalanku atan



4. Merembo nina si urat tuba,

Batan gula tuhu er – rirang

Adi enggo me kita jumpa

Ola nai min kita sirang



5. Nangkeng – nagken ku rumah liang

Ngincuah nina dalan ku Penen.

Adi sempat me kita sirang

Lanai ku eteh sinan tendengen



6. Jabi – jabi iteruh mandiket

Tabah buluh cinepen kutiki

La erngadi – nadi kena kuinget

Adi tunduh ke ibas nipi


DALIN GELAH ANAK PERANA DAN SI NGUDA – NGUDA JUMPA

1. CIBAL GELUH ANAK PERANA PAKSA SI DEKAH

a. sekalak si ikataken anak perana adi dagingna enggo mbelin. Enggo mulai turah gumsina ras mbulu kikilna, sorana enggo lit pergalangna, enggo ngasup ia raron ku juma. Paksa bage anak perana e la banci medem berngi i rumah, tapi ia medem i teruh, eme bas sapi page entah pe sapo sideban, si i gelari jambur entah pe surambih

b. Adi nupung i rumah ia, perkundulna deher dinding, i tengah. La banci ku juli ras ku suah deher labah. Adi jabuna jabu tengah, perkundulna i deher labah. Adi jabuna jabu tengah, perkundul na i deher beleng jabu, tapi tengahna ibas labah nari ku ding – ding arah julu.

c. Anak perana arus ikut muat bagin nampati bapa – nandena alu erdahin ku juma, tambah sie, gegehna ku juma banci muat penukur isap ras uisna. Lit ka pe deba anak perana encari arah ermakan kerbau ras lembu. Anak perana banci ikut ibas terpuk aron, banci ka endahin usur – usur si sada. Adi aron ia, si maba nakanna ras ugas – ugasna ia mabasa, anak perana si la ikut bas terpuk aron, banci nge ia ikut muat bagin ibas sada – sada kerja, entah pe lakon si ibahan bas sada – sada kuta. Tapi adi lakon sada – sada aron ia la banci ikut jadi sukut, tapi adi si bage temue itenahken banci saja.


2. CIBAL GELUH SI NGUDA – NGUDA PAKSA SI DEKAH

a. singuda – nguda adi ibas kalak Karo eme situhuna asam si mbelinna kerna nampati nande bapana erdahin ku juma. Si nguda – nguda erdahin ku juma banci ngikutken aron, dahin si nguda – nguda seh buena, mulai dahin i juma, ngelegi lau, nutu page, erdakan, mere asuhen, murhi perpangan, naptapi, ertenun tah pe mbayu. Adi paksa ia i jabu nande – bapana i rumah si waluh jabu, perkundulna arah suah, deher papan tonggal. Sebab ia si nampati nandena erdakan tah nanggerken si debanna. Tambah sie, adi reh kari bapana ras turangna lanai lang – lang erdalin ku bas inganna kundul. Singuda – nguda la banci dua – dua ras bapana bage pe turangna si anak perana i rumah. Adi bapana tah turangna sangana i rumah, isilahkenna alu erbahan dahin si deban, tah pe nusur i rumah nari. Banci ka nge bapana ras turangna nilah, tempa – tempa lit dahinna si perlu teruh entah pe i kesain.

sumber : geocities.com/putrakaro
















































Budaya Karoshi, Budaya Karo - sejarah marga-marga, Budaya Karo ibas terang kata dibata, Budaya Karo kerja tahun, Budaya Karo pdf, budaya batak karo, sejarah Budaya Karo, seni Budaya Karo, budaya adat karo, budaya tanah karo, artikel Budaya Karo, budaya suku batak karo, lagu budaya batak Karo mp3 download, budaya adat batak karo, sejarah budaya batak karo, seni budaya batak karo, Perkembangan budaya batak karo, makalah budaya batak karo, unsur budaya batak karo, cerita Budaya Karo, contoh Budaya Karo, budaya daerah karo, filsafat Budaya Karo, jenis Budaya Karo, budaya kabupaten karo, budaya khas karo, budaya kalak karo, sosial budaya kabupaten karo, kesenian budaya karo, gambaran sosial budaya kabupaten karo, keragaman budaya karo, lagu budaya karo, mengenal budaya karo, makalah Budaya Karo, budaya orang karo, pengertian Budaya Karo, pantun Budaya Karo, radio Budaya Karo, pesta Budaya Karo, acara Budaya Karo, musik Budaya Karo, situs Budaya Karo, situs Budaya Karo, website Budaya Karo, tarian Budaya Karo, tenah Budaya Karo, tentang budaya karo.

mp3 lagu karo, lirik lagu karo, lagu karo mp3, lagu perjabun, lagu pengantin mp3, lagu pengantin teks, lirik lagu pengantin karo, download lagu karo, festival lagu karo, teks lagu karo, lagu pengantin karo, lagu pengantin karo mp3, gratis dowload lagu karo, 
Masyarakat karo tempo dulu, Masyarakat karo terobos mendagri,  Masyarakat karo demo bupati, himpunan Masyarakat karo indonesia, tokoh Masyarakat karo, demo Masyarakat karo, sejarah Masyarakat karo, tradisi Masyarakat karo, cerita masyarakat karo, legenda Masyarakat karo, masyarakat adat karo, agama Masyarakat karo, himpunan Masyarakat karo, karakteristik Masyarakat karo, kepercayaan Masyarakat karo, karakter Masyarakat karo, kekerabatan Masyarakat karo, asal usul Masyarakat karo, latar belakang Masyarakat karo, sistem kekerabatan Masyarakat karo, organisasi Masyarakat karo, masyarakat tanah karo.

ERBAGE – BAGE ORAT TUTUR IDUR SUKU KARO

Didalam masyarakat karo ,, "ERTUTUR" adalah sesuatu yang harus di lakukan terutama disaat bertemu dengan orang yang baru di kenal. Didalam memulai "ertutur" ini juga memiliki etika dan cara yg baek,, karena saya yakin salah satu suku yg memiliki etika dan tenggang rasa yang paling baek adalah suku karo,,,
Selain itu "ertutur" juga merupakan hal yang penting didalam membangun tali persaudaraan/"perkade-kaden". Karena itu akan di bahas apa saja dan bagaimana sebenarnya "ertutur" didalam suku karo itu,, (semoga bermanfaat)...


Perkade – kaden ibas Kalak Karo 3 (telu) bagin dilina:

a. Perkade – kaden arah keturunen (terombo)
b. Perkade – kaden arah perjabun (emas pedemuken)
c. Perkade – kaden arah orat tutur/sejarah


Perkaden – kaden arah keturunen, ema arah merga, bapa, nini, nini bapa, anak, kempu, ras seterusna. Perkade – kaden si bage ngikuti garis ku das, ku teruh bage pe ku kawes, ku kemuhen jadi keturunen
Contohna :
Kalimbubu dekah ku anak beru dekah nari kin.
Umpamana arah nini nari ia enggo kalimbubu janah arah nini nari kia ka ia enggo anak beru, seh ku keturunen/sinursurna.

Perkade – kaden arah perjabun (emas pedemuken), ertina arah perjabun maka enggo jadi kalimbubu tah jadi anak beru.
Contohnya:


Lit sekalak dilaki si ngempoi turangta, si empo la kalak Karo, tapi arah ia empo ndai maka ia enggo jadi anak beru, tah sebalikna si jadi enggo jadi kalimbubu Anem gia la kalak Karo diberu si i empoi, adi ku bapa ndehara e tentu enggo jadi mama, janah enggo jadi kalimbubu. Adi turang terserah man kalak si la kalak Karo tentu ia enggo jadi anak berunta, ras kerina sembuyakna enggo jadi golongen anak beru, ertina seri ras anak bibi turang bapa.

1. Perkade – kaden arah orat tutur

Garis sinursur/keturunen ibas kalak Karo enggo i tentuken nini (moyang) Karo ndube, emekap : arah sinursur bapa jadi Merga ras Beru, janah arah sinursur nande jadi bebere parental dan bilateral. Anak si dilaki si igelari nerusken keturunen bapana. Emaka adi langa lit anak di laki ibas sada jabu megati i gejap langa kuh jabu, anemna gia enggo lit anak diberu.

Lit jadi arah erkiteken sejarah enggo jadi senina, bagi i zaman si adi. Lit i pulahi Merga Karo – karo Setepu sekalak si ibayangken sekitar Singalor Lau. Kenca ia pulah jadi Merga Sebayang erbulawan me sitepu ndai ras Sebayang jadi Senina Sejandi, lanai sibuaten (la si empon)

Cataten :


Ibas adat Karo keputusen Sangkep Si Telu me jadi pengerakut si arus igejapken si ntugehna ras si meganjanga. Sebab keputusen si bage me si mbelina tah si meganjangna ibas adat Karo si ngakui erpemerintahen kekeluargaan.

Contohna :

  • Kerna umur pe, mbelin pengaruhna nentuken orat tutur, tapi e labo nentuken ganjang terukna orat tutur sebab la lit ka nge kecualina. Adi tuaan pe sekalak jelma tapi adi orat er – nini kin arus i bibiken, janah adi erbapa kin arus i bapaken, bage pe ku erkaka.
  • Lit sekalak, tuaan ia, tapi erkiteken i buatna turang sekalak si ngudaan asa kaka singuda – ngiuda ndai, maka rah orat tutur si tuaan ndai enggo arus erkaka tua man kaka ndeharana ndai.
Si bage enggo jadi aturen adat si arus ilakoken ibas kalak Karo, Sebab, e enggo, jadi pengiket perkade – kaden ras arah orat tutur. Bas perkade – kaden enda lit dua istileh :

1. Kadendu ia?

2. Erkai kam man bana?


1. Kadendu ia?


Banci erkalimbubu, banci er anak beru, banci ersenina, banci erpuang kalimbubu, banci er anak beru menteri ras si debanna. Tapi si enda golongen ngenca, langa dat erkai kin orat man sekalak – sekalak.

2. Erkai kam man bana?


Jenda enggo tertuju man sada – sada kalak tujuan tertentu. I jenda ijelasken ia dilaki entah diberu, sintua, si entengah tah pe si nguda.

Ku das = bapa, nini, bapa nini, nini – nini, ikataken pe bapa nini, ente, entah, ompung.
Tengah = senina, silih, turang
Ku teruh = anak, kempu, anak kempu, kempu – kempu


Kadendu ia, tentu enggo lit golongen kerna perkade – kaden ku sekalak – sekalak, tapi golongen secara umum, umpamana: Kalimbubu, anak beru, senina, puang kalimbubu, anak beru menteri, si pemereh, si paribanen, si pengalon, si gametten, teman meriah, tah anak kuta ras sidebanna. Tapi si enda labo dengan tertuju man sekalak – sekalak.

Kadendu ia? Jawabna pemena : puang kalimbubungku, si enda ertina golongen kalimbubu.

Kadendu ia? Jawabna : anak beru minteringku, si enda ertina golongen anak beru.

Ibas benana dua golongen ngenca pertuturen:

1. Golongen Kalimbubu, eme pihak si nereh, si mere beru.

2. Golongen anak beru, eme pihak si empo, si ngalo beru.



Adi kerja – kerja mengket rumah, sukut si sada ngenca, bage pe kerja simate – mate, tah kerja ngampeken tulan – tulan, sada ngenca sukutna.
Ibas golongen si dua ndai eme kap golongen anak beru tah golongen kalimbubu, i angkat sada, emekap golongen senina, gelah cukup sangkep.
Maka ibas kerja – kerja nereh empo arus lit sukutna dua, sukut eme si itamaken, si ngerana kenca ; emekap anak beru, senina ras keputusen ibas kalimbubu nari.

2. Perkade – kaden Arah Keturunen (terombo)


  • Meherga si jadi Merga eme pengelompoken kalak Karo rikutken garis keturunen tertentu. Bagi si enggo ijelasken perlebe, emekap sekalak jelma ikataken kalak/suku Karo adi lit Mergana (dilaki). Tah pe Beru (diberu) bage pe Bere – bere, janah nggit ndalanken adat – istiadat Karo si la ertentangen ras kinitekenna (si gundari) sekalak – sekalak. 
Nginget tiap – tiap kalak Karo lit Merga/Beru ras Bere – bere, adi jumpa ketadingen emekap ertutur. Emekap si oraten asal, Merga/Beru, Bere – bere ras sidebanna, pasti lit hubungen perkade – kadenna, misalnya : ersenina, ermama/mami, erbibi/bengkila, erbapa/nande, erturang/rimpak, tah pe sidebanna.
Jadi gelah jelas uga kin ertutur e, tiap – tiap kalak Karo harus ngeteh 5 (lima) pokok/induk merga e, emekap :

1. Karo (karo – karo)
2. Ginting
3. Sembiring
4. Perangin – angin
5. Tarigan


Tep – tep cabang keturunen enda lit ka terpuk – terpukna. Kerina anak si dilaki lit mergana ras kerina anak si diberu lit beruna rikutken salah sada ibas merga si lima enda ndai.


  • Tutur eme ngataken ntah netapken hubungen kekerabatenna (perkade – kaden) ibas kalak Karo. Lit 3 (telu) batang belin tutur sini ikataken “SANGKEP SI TELU” idur aku nari emekap:
1. Senina
2. Kalimbubu
3. Anak beru



Tep – tep “Aku” lit seninana, kalimbubuna, ras anak beruna. Teluna unsur – unsur kekrabaten la terpisahken nandangi “Aku” sebab iketen perkade – kaden ras fungsional. Teluna unsur enda si runggu ibas ngoratken kerina “Aku” ibas keriahen ras kepiceten. Emaka teluna unsur enda igelari sangkep si telu entah rakut si telu. La sada perangkat si lengkap entah sangkep nandangi “Aku” si ngerakut geluh “Aku” gelah jadi nteguh, paguh ras me gegeh (utuh)


Emaka situhuna kalak Karo enda merupakan sada keluarga besar nge, sebab adi sioraten kenca kalak Karo ras sekalak kalak Karo sideban (si lenga sitandan), pasti kari dat hubungen perkade – kaden, entah kin kari : biak senina, tah pe biak kalimbubu, tah pe biak anak beru (enda me ikataken sangkep si telu = tiga ikatan) ibas kalak Karo. Maka dat rakutna e (hubungen perkade – kaden), tentu ertutur me ia duana:

a. Kal kin mergandu/beru kai kin kam?
b. Bebere kai kam (= beru kai nandenta)
c. Kempu kai kam (bebere kai nandenta)?
d. Kai binuangndu (= bebere kai bapanta)?
e. Kai kampahndu (= bebere kai nini bulang si mupus bapanta)?
f. Kai solerndu (= Kempu kai nandenta)?


Alu sioraten/ertutur bage, maka mis dat hubungen perkade – kaden, ntah kin ia ersenina, kalimbubu, ntah pe er anak beru.



  • gelah banci ierti kuga hubungen “Aku” nandangi sideban, emaka lit istilah – istilah buena lit 8 sebuten, eme kap sini ikataken “ORAT SI WALUH”ibas Sukut nari emekap:
1) Sembuyak
2) Senina
3) Senina sipemeren
4) Senina si paribanen
5) Anak beru
6) Anak beru menteri (minteri)
7) Kalimbubu
8) Puang Kalimbubu


1. SENINA, ertina SADA NININA,

a. Si seh ku sukut.
1) Sembuyak/turang
Eme seri ras terpuk merga “Aku” umpamana Ginting Suku Ras Ginting Suka, Karo – karo Sitepu ras Karo – karo Sitepu.

2) Gamet/Senina ku ranan
Ibas si sada cabang merga nari tapi la seri terpukna, umpamana Tarigan Tua ras Tarigan Sibero, Sembiring, Brahmana ras Sembiring Meliala, ras sidebanna

b. Si erkelang ku “Aku”
1) Si pemeren
Eme adi nande “Aku” senina ras nandena, entah pe bali bebere kami.
2) Si paribanen
Eme adi ndehara “Aku” senina ntah sembuyak ras ndeharana.
3) Si pengalon
“Aku” ras ia senina erkiteken anakna pe kepar tersereh man kalak si sembuyak. Duana ersenina erkiteken nggo ersada anak beruna perban anak tersereh.
4) Si sedalanen
Senina erkiteken impal “Aku” lempoina, ntah pe ia nggo jadi kelamama “Aku”

2. ANAK BERU

a. Anak beru seh ku suku, emekap:
               1) Anak beru iangkip/anak beru iampu.
                   Eme adi anak “Aku” tersereh man sekalak si biak impalna. Adi la man si biak impalna, igelari si empo e anak beru i perdemui.
              2) Anak beru dareh/anak beru jabu/anak beru ipupus.
                  Eme anak dilaki si ni pupus anak si diberu “Aku” entah anak turang “Aku” banci ka kempu “Aku” entah bebere “Aku”
              3) Anak beru cekuh baka tutup.

                 Eme kap si enggo dua kali erturut – turut ngempoi ibas diri “Aku” nari umpamana adik anak beru dareh i empoina anak “Aku”. Anak beru cekuh baka me si banci muka tutup baka ingan kalimbubu nimpan barang – barang si Meherga. La me si ertanggung jawab ibas perlingeten kerja
             4) Anak beru tua.
             Terbagi 3 (telu) terpuk eme:
             a) Anak beru tua jabu
                 Eme anak beru mulai ibas nini bulang “Aku” nari seh ku tertuan. Anak beru tua enda me si njemak ranaan ibas kerina runggun adat ibas jabu kalimbu.
             b) Anak beru tua kesain
                 Eme sada cabang Merga si nggo itetapken jadi anak beru tua ibas kesain ras kesusutenna me nai asum manteki kesain.
            c) Anak beru kuta/anak beru si ngian rudang


b. Anak beru erkelang ku sukut :
    1) Anak beru si pemeren.
        Eme anak beru senina si pemeren ibas “Aku” nari, dalanna “Aku” eranak beru man bana sebab ia anak beru senina si pemerenna.
    2) Anak beru minteri, asalna ibas kata pinter nari
        La emekap anak beru ibas anak beru “Aku” nari. Ibas runggun ia mereken kata pinter si genduk denga
     3) Anak beru si ngukuri
       Eme anak beru ibas anak beru minteri nari

3. K A L I M B U B U
Eme sirnereken ndehara (anak dara) man “Aku” ngikuti garis ku das, ku samping ras ku teruh. Kalimbubu i percayai kalak Karo sumber tuah eme igelari : ia Dibata ni idah, entah si mupus ta kal piher, si pemeteh pate geluh

a. Kalimbubu si iperdemui
Igelari pe kalimbubu si erkimbang, entah pe simbaba ose eme kap bapa ndehara ntah turang ndehara “Aku” igelari simbaba ose. Sebab ia simbaba ose man anak beruna asum anak beruna erban lakon nurun – nurun, lakon kepaten cawir metua, ntah pe erpangir ku lau.

b. Kalimbubu si mada dareh
Eme kap bapa entah turang nande “Aku”. Ibas kerja – kerja kalak Karo kalimbubu enda salih gelarna sue ras bentuk lakon, emekap:
       1) Kalimbubu si ngalo ulu mas: Emekap ibas lakon perjabun beberena si di laki asum e ia ngalo ulu mas.
       2) Kalimbubu si ngalo bere – bere:  Emekap asum perjabun beberena si diberu asum e ia ngalo bebere
       3) Kalimbubu si ngalo maneh – maneh.:  Adi beberena si dilaki entah turangna mate janah nggo cawir metua, lanai lit anakna si langa erjabu, maka kedudukenna ; ia me kap si ngalo maneh – maneh. Adi beberena si dilaki mate ialokenna bajuna tambah batuna. Adi diberu si mate ialokenna uis teba tambah batuna
      4) Kalimbubu si ngalo sapu – sapu iluh:  Adi beberena si dilaki mate entah turangna si mate tapi anak – anak si mate langa kerina erjabu, maka ia ngaloken sapu – sapu iluh

c. Kalimbubu bapa (binuang)
Kalimbubu bapa eme si mada dareh bapa. La jadi kalimbubu binuang man “Aku”. Kalimbubu binuang enda berubah peran ibas kerja – kerja tertentu:
    1) Kalimbubu si majek daliken.: Ibas kerja mengket rumah “Aku” i gelari ia kalimbubu si majek daliken
    2) Kalimbubu si ngalo perkempun:
Asum anak “Aku” tersereh maka kalimbubu bapa “Aku” jadi kalimbubu si ngalo perkempun. Lit versi si nggelarissa kalimbubu si ngalo peminin (kenjulu : puang kalimbubu arah nande)

d. Kalimbubu bena – bena.
Eme kalimbubu si mada dareh nini “Aku”

e. Kalimbubu tua
Lit 3 (telu) erbage:
      1) Kalimbubu tua jabu :  Emekap adi ia nggo erindih – indih jadi kalimbubu muli ibas nini empung nari.
      2) Kalimbubu tua kesain. :   Eme keturunen kalimbubu si nai asum manteki kesain ijadiken kalimbubu.
      3) Kalimbubu kuta.:  Kalimbubu e si nuanken lulang asum manteki kuta, emaka igelari ka pe ia kalimbubu si majekken lulang.

f. Kalimbubu er kelang ku sukut.
       1) Puang kalimbubu: Emekap kalimbubu ibas kalimbubu “Aku” nari. Adi “Aku” nereh maka puang kalimbubu si ngalo peminiin (lit versi si ngataken kenca si ngalo perkempun)
        2) Kalimbubu si ngalo morah – morah.:  Lit versi si ngatakenca, maka adi anak beruna mate ntah dilaki tah sa diberu maka ia si ngalo morah - morah
        3) Puang ni puang. :  Emekap kalimbubu ni puang kalimbubu
        4) Kalimbubu erkiteken si pemeren.:  Emekap se ina si pemeren mama “Aku”

3. NANGKUHKEN MERGA


Adi sekalak dilaki si la kalak Karo erjabu atena nandangi sada beru kalak Karo, janah iban lakon/kerja adatna, maka si dilaki enda itangkuhken lebe mergana, gelah lit sukut/sembuyak si empo
Adi enggo setuju si empo bage peorangtuana, maka orangtua si nereh iteruh – teruhina lebe anak beruna (banci anak beru dereh, banci anak beru cekoh baka entah pe anak beru tua, si apai si akapna si merandalna janah setuju ka anak beruna e jadi orangtua si empo)
Adi enggo sue arih orangtua si nereh ras anak beruna, maka isuruhna si empo ndai ras orangtuana ibas sada wari si enggo itentuken ndahi anak beruna e (calon orangtua angkat) lako maba nakan tasak, ras uis baju man “bapa angkatna” = kampuh man “ nande angkat” si empo. Anak beru calon bapak angkat ndai nimai i rumah rikut pe kalimbubuna si erkimbang + anak beruna. Kenca elah man, iban me ranan, ija mindo me orangtua si empo maka min si empo enda banci ras – ras ia duana ngana kenca. Adi enggo erpengue orangtua angkatna maka, ibereken si empo uis orangtua angkatna ndai, jenari maka sah me merga si empo merga angkatna ndai. Janah beru si ibaba “nande angkatna” eme bebere si empo.
Alu bage maka tumpung kerja nereh empo, bapa angkatna jadi sukut si empo rikut ras sembuyakna + kalimbubu + anak beruna. Orangtua kandungna jadi si mupus ngenca, bapa angkatna ndai jadi si pempo kenca.

4. NANGKUHKEN BERU
Adi sekalak diberu (la kalak Karo) erjabu atena ras sekalak dilaki kalak Karo, janah ibahan kerja adatna maka terpaksa lebe itangkuhken beruna, gelah lit si nereh kenca.

Adi enggo setuju si sereh ras orangtuana, maka iteruh – teruhi orangtua si empo me lebe kalimbubuna (banci kalimbubu si erkimbang, banci kalimbubu dareh ntah pe kalimbubu bena – bena/kalimbubu tua) si jadi “orangtua angkat” na.
Adi enggo setuju kalimbubuna maka itentuken me wari, jenari reh me si sereh ras orangtuana ku rumah kalimbubu ndai (calon orantua angkat), maba nakan tasak ras bengkau, baju bapa angkat ras kampuh nande angkatna. Kalimbubu enda nimai i rumah rikut kalimbubu + puang kalimbubu + anak beruna.
Kenca elah manb, iban me ranan, ija mindo me orangtua si sereh man calon bapa angkatna ndai, gelah ras – ras ia duana nganakken si sereh. Adi enggo erpengue cakap bapa rasnande angkatna, maka si sereh, eme merga bapa angkatna, maka si sereh, eme merga bapa angkatna ras beberena eme beru nandena, ras perkempunna eme merga bebere nande angkatna. Jenari maka ibereken si sereh ndai me baju bapa angkatna bage pe kampuh nande angkatna.
Tupung wari kerja nereh empo maka bapa angkatna enda ndai me jadi sukut si sereh ras sembuyakna kerina. Orangtua kandungen jadi si mupus janah orangtua angkatna jadi si nereh.

5. TUTUR
Ncidahken hubungen perkade – kaden ibas kalak Karo maka tutur sini palasna merga ras bebere si ni baba sekalak – kalak, maka dat me tingketen keturunen:

1) erbapa
2) Ernande
3) Erbengkila
4) Erbibi
5) Ermama
6) Ermami
7) Ersenina
8) Erturang
9) Erimpal
10) Ersilih
11) Erbebere
12) Eranak
13) Erkempu
14) Erente
15) Erentah
16) Erturangka
17) Eragi
18) Erkaka
19) Erpermen
20) Ernini bulang
21) Ernini tudung
22) Erempung
23) Erberu


Bage me biak – biak umumna kalak Karo, aminna ija pe ia ringan tah erdahin, tapi labo lit ukurna nokohi kalak sideban janah labo lit ukurna megombang ku kalak

6. Nentuken Perkade – kaden Arah Orat Ertutur

  • Mbue pengarang tah penuli Barat, Asia tah bangsa Indonesia sendiri si ngatakenca maka mbelin pengaruh Hindu ibas pergeluh kalak Karo, tapi pengaruh Kasta Hindu, labo lit teridah ibas masyarakat Karo, sebab pe gancih nge jadi SUKUT, ANAK BERU tah KALIMBUBU, sebab ibas adat Karo labo lit jelma i peserap inganna ku duru, tapi kerina nge radu i tengah
  • Bage pe kerna perkundul kalimbubu, usur i gelari DIBATAS SI IDAH, labo lit inganna pe lain – lain ras sukut. Saja ngenca sebage kehamaten ia itama arah kemuhen sukut janah i kemuhen ka puang kalimbubu. Sebab ibas sada dampar kalimbubu tah puang kalimbubu ndai pe banci ka ibas dampar si deban jadi senina tah jadi anak beru
  • Bage me si ikataken, suku Karo nge si enggo ngasup majekken bentuk masyarakat si erpemerintahen secara kekeluargaan, si fungsi – fungsina menam seri ras ibas masyarakat PATRIARKHAT, bagi si enggo isi ngetken arah lebe si benihna turah arah kesusuren nini (moyang) Karo si njadiken merga si lima rah anakna si Meherga si ijadiken merga. Jenari reh belangna ka njadiken orat si waluh…..si jadi fungsi – fungsi kegeluhen tiap wari, minggu, bulan, tahun seh mulih ka ku asal.
  • Ibas sukut nari me dalinna maka lit kalimbubu, janah arah kalimbubu nari ka me dalinna maka dat puang kalimbubu, Ibas sukut nari me dalinna maka lit senina si pemeren, si paribanen ras sepengalon. Janah arah sukut nari ka nge maka lit anak beru, anak beru minteri bage pe seh ku anak beru si ngukuri.
  • Ibas percakapen tep – tep wari, si enda ndai kerina banci ipegendeki alu sangkep si telu = rakut si telu, tapi labo ngikuti tutur Toba “Dalihan Na Tolu” sebab dapur Karo si 5 (lima) daliken nge ibas sada dapur, jabu si empat tah si waluh jabu (rumah Karo la tonggal)














































Budaya Karoshi, Budaya Karo - sejarah marga-marga, Budaya Karo ibas terang kata dibata, Budaya Karo kerja tahun, Budaya Karo pdf, budaya batak karo, sejarah Budaya Karo, seni Budaya Karo, budaya adat karo, budaya tanah karo, artikel Budaya Karo, budaya suku batak karo, lagu budaya batak Karo mp3 download, budaya adat batak karo, sejarah budaya batak karo, seni budaya batak karo, Perkembangan budaya batak karo, makalah budaya batak karo, unsur budaya batak karo, cerita Budaya Karo, contoh Budaya Karo, budaya daerah karo, filsafat Budaya Karo, jenis Budaya Karo, budaya kabupaten karo, budaya khas karo, budaya kalak karo, sosial budaya kabupaten karo, kesenian budaya karo, gambaran sosial budaya kabupaten karo, keragaman budaya karo, lagu budaya karo, mengenal budaya karo, makalah Budaya Karo, budaya orang karo, pengertian Budaya Karo, pantun Budaya Karo, radio Budaya Karo, pesta Budaya Karo, acara Budaya Karo, musik Budaya Karo, situs Budaya Karo, situs Budaya Karo, website Budaya Karo, tarian Budaya Karo, tenah Budaya Karo, tentang budaya karo.
mp3 lagu karo, lirik lagu karo, lagu karo mp3, lagu perjabun, lagu pengantin mp3, lagu pengantin teks, lirik lagu pengantin karo, download lagu karo, festival lagu karo, teks lagu karo, lagu pengantin karo, lagu pengantin karo mp3, gratis dowload lagu karo, 
Masyarakat karo tempo dulu, Masyarakat karo terobos mendagri,  Masyarakat karo demo bupati, himpunan Masyarakat karo indonesia, tokoh Masyarakat karo, demo Masyarakat karo, sejarah Masyarakat karo, tradisi Masyarakat karo, cerita masyarakat karo, legenda Masyarakat karo, masyarakat adat karo, agama Masyarakat karo, himpunan Masyarakat karo, karakteristik Masyarakat karo, kepercayaan Masyarakat karo, karakter Masyarakat karo, kekerabatan Masyarakat karo, asal usul Masyarakat karo, latar belakang Masyarakat karo, sistem kekerabatan Masyarakat karo, organisasi Masyarakat karo, masyarakat tanah karo.

Kamis, 06 Agustus 2009

mbah surip " tak gendong" meninggal dunia

Penyanyi fenomenal Mbah Surip meninggal dunia sekitar pukul 12.20 WIB, dalam perjalanan menuju RS Pusdikkes, Jaktim, Selasa (4/8). Kini jenazah Mbah Surip disemayamkan di rumah Mamiek Srimulat.di Jl Kerja Bakti, Kampung Makassar, Jakarta Timur. Bagaimana profile sosok fenomenal ini silahkan baca lebih lanjut..


Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak to, mantep to

Demikian sepenggal lirik 'Tak Gendong', yang melambungkan nama Mbah Surip di industri musik tanah air. Kebanyakan orang menyukai lagu ini karena easy listening , video klipnya lucu dan sangat menghibur. Namun tak dinyana ada makna mendalam di balik lagu yang meledak lewat ring back tone (RBT) itu.
Jose Rizal Manua, sastrawan yang menjadi sahabat Mbah Surip sejak 20 tahun silam punya makna khusus atas lagu tersebut. Menurutnya, lagu tersebut bermakna pertemanan, gotong royong, dan bahu membahu.
Jose bercerita, sekitar 3 minggu sebelum berpulang, Si Mbah sempat menyambangi Bulungan, tempat ia dahulu 'menggelandang', selain TIM dan Pasar Seni Ancol. Di kawasan Jakarta Selatan itu ia sempat membagi-bagikan uang kepada puluhan temanya yang masih 'ngamen'.
"Ia memasukkan uang Rp 200 ribu, Rp 150 ribu ke kantong teman-temannya," ujarnya.
Meski sudah tenar dan berpenghasilan miliaran, menurut Jose, Mbah Surip sebelum meninggal adalah tetap Mbah Surip yang dahulu ia kenal. Ketenaran dan harta tidak membuatnya gelap mata.
"Ia tetap Mbah Surip yang menggendong dan apa adanya," kenang Jose.
sedikit tentang profile :
Urip Ariyanto
Laki-Laki
Mojokerto, 05 Mei 1949
Tanggal Meninggal:
04 Agustus 2009


Biografi :

Prosesi pemakaman Mbah Surip diawali dengan upacara pernikahan puteri ketiganya. Kedua mempelai yang langsung datang ke tempat persemayaman Mbah Surip dari Mojokerto, Jawa Timur, melakukan ijab kabul di depan jenazah seniman yang dikenal rendah hati tersebut.
Di tengah popularitas yang baru saja diraihnya, seniman nyentrik asal Mojokerto, Jawa Timur, tersebut menghadap Sang Khalik. Kepergian pelantun tembang Tak Gendong yang begitu mendadak itu menyisakan duka yang sangat mendalam bagi kerabat, teman dekat maupun para penggemarnya.
Kini, tiada lagi penampilan unik dengan rambut rasta ala penyanyi reggae dan tawanya yang khas dan lepas, yang menjadi ciri dari Mbah Surip.
Dilahirkan di Mojokerto, 5 Mei 1949 dengan nama asli Urip Achmad Rijanto Soekotjo adalah duda dengan empat orang anak sekaligus kakek dari empat cucu.
Mbah Surip merupakan lulusan dari Sekolah Teknik (ST) Pasna Wiyata pada 1974 dan lulus dari STM Brawijaya pada 1977. Ia juga sempat menlajutkan pendidikannya ke Teknik Mesin Universitas Sunan Giri Cabang Mojokerto pada 1979.
Kelar menyelesaikan kuliahnya, Mbah Surip menikah dengan Minuk Sulistyowati. Dari pernikahannya ini, ia dikaruniai 4 orang anak, Tita (Prita), Farid (kini menjadi manager Mbah Surip di Jakarta), Krisna (Nina) dan Ivo (masih kuliah semester 2 di jurusan Satra Jepang Unesa).
Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak, tambang berlian bahkan lelaki yang memiliki gelar Drs, Insinyur dan MBA ini pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California.
Karena ingin mengadu nasibnya, akhirnya Mbah Surip hijrah ke Jakarta. Ia kemudian bergabung dengan komunitas seniman, sebut saja Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.
Karena terlalu lama merantau, akhirnya sang istri meminta cerai. Dan Minuk pun menikah lagi. Sedang Mbah Surip memilih tetap menjadi duda.
Kesempatan pun datang kepada seniman yang pernah menerima penghargaan dari MURI untuk aksi menyanyi terlama ini. Ia mendapat kesempatan masuk ke studio rekaman.
Dalam perjalanan bermusiknya, ia telah mengeluarkan beberapa album yang dimulainya sejak 1997. Beberapa albumnya antara lain, IJO ROYO-ROYO (1997), INDONESIA I (1998), REFORMASI (1998), TAK GENDONG (2003) dan BARANG BARU (2004).
Tak Gendong sendiri ia ciptakan pada 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip lagu ini memiliki makna filosofi tersendiri, yakni belajar salah.
Pada hari Selasa, 4 Agustus 2009, Mbah Surip meninggal. Menurut kabar yang beredar, Mbah Surip yang kerap mengatakan 'I Love You Full' ini menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.30 wib, setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur.
Mbah Surip meninggal dengan status duda yang telah disandangnya selama 26 tahun dan meninggalkan empat anak dan empat cucu. Jenazahnya akhirnya dimakamkan di di kawasan Bengkel Teater W.S Rendra , Depok, Jawa Barat untuk beristirahat selama-lamanya.

Rabu, 05 Agustus 2009

Bokep, cerita dewasa 17 tahun

Saat ini di jagad internet Indonesia sudah tidak asing lagi yang namanya cerita seru dewasa 17 tahun. Mungkin memang sudah dari dulu situs-situs penyedia cerita dewasa itu sudah ada. Akan tetapi, nampaknya saat ini jumlahnya makin berkembang dan makin menjamur. anda mau melihat ulasan nya atau langsung mau liat di mana situs-situs porno itu ,, silahkan klick selanjut nya ,,,:)


Entah kenapa kehidupan internet Indonesia sangat dekat dengan hal-hal dewasa, seperti video bokep yang bisa di download gratis, cerita sex nan seru dan mengundang, atau juga gambar serta foto-foto bugil yang berserakan dan dapat diambil dengan gratis.

Fenomena ini tidak saja menyerang orang yang sudah dewasa, melainkan anak-anak pun ternyata suka dan doyan pada hal-hal tersebut. Mereka ternyata suka download video bokep secara gratis, baik itu yang 3gp, avi, wmv dan lain-lain. Untuk media lain pun sama, cerita sex seru, gambar/foto bugil artis, sama saja.

Apa memang karena hal-hal yang berbau porno dan sex itu selalu menarik perhatian orang ya? Saya juga kurang tahu. Yang jelas, berdasarkan volume pencarian yang dilakukan di Indonesia, 10 teratasnya berhubungan dengan sex, bugil, telanjang, porno, dll.

Yah, mungkin mereka yang berburu cerita dewasa 17 tahun itu ingin menggunakan cerita itu sebagai inspirasi untuk berhubungan dengan istrinya. Tapi, bagaimana jika anak yang belum cukup umur membaca cerita-cerita seru seperti itu?

Hehe, bisa ngiler-ngiler mereka itu, apalagi jika sudah sampai mendownload video bokep secara gratis. Efeknya akan lebih terasa bagi mereka. Makanya mari kita bersihkan dunia internet Indonesia dari cerita sex seru dewasa 17 tahun, download video bokep 3gp gratis, gambar/foto artis bugil dan telanjang.

Video Bokep, 3Gp dan Porno serta lain sebagainya memang tak henti-hentinya diburu dan dicari. Khususnya bagi kalangan pengguna dunia maya (internet). Memang tidak ada salahnya juga, tetapi ada masalahnya.


Tahukah anda apa masalah yang ditimbulkan?
Silahkan anda simak gambar screenshot yang saya ambil dari berita repostase di Trans7.
Betapa mengejutkan hasil dari sebuah penelitian.
93,7 % anak indonesia pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
62,7 % remaja usia SMP pernah melakukan hubungan intim
21,2 % siswa SMA pernah melakukan Aborsi

Bagaimana tanggapan anda tentang ini ???

Tapi dalam hal ini saya memanfaat kan kata2 bokep dan hal selain nya itu dalam blog ini,,,
kenapa tulisan ini ada manfaat nya ,,??
selain memberikan informasi ,, ternyata tulisan ini adalah salah satu trik agar jumlah pengunjung blog kita bisa meningkat,,,
karena waktu seseorang yg lagi mencari video bokep gratis dan hal laen yg berhubungan dengan itu ,, maka dengan tidak sengaja blog kita akan terjarang di dalam nya ,, dan yg penasaran akan membuka blog kita,,,
(sebenarnya seperti sebuah penipuan tapi nich bukan penipuan)
tapi hanya sekedar memanfaat peluang agar rating pengunjung blog meningkat

Tips Mudah Agar Si Kecil Suka Sayur

Menyukai makan sayur bukan merupakan perkara mudah bagi buah hati Anda, bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Mungkin karena penyajiannya yang kurang menarik atau rasanya yang ‘begitu-begitu’ saja. Padahal seperti Anda ketahui, kandungan gizi dalam sayur-sayuran akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan si kecil. Berikut ini adalah tips mudah agar si kecil menyukai makan sayur:
1. Biasakan menghadirkan ragam sayuran dalam setiap menu harian buah hati Anda.
2. Untuk bayi di atas usia 9 bulan, variasikan sajian sayur dalam bentuk camilan (finger food) seperti puding sayur, cookies sayuran dan sayur yang dikukus atau direbus empuk.
3. Sambil memberinya makan, ajaklah berkomunikasi. Dengan bahasa yang sederhana, ceritakan pentingnya makan sayur. Ini akan terekam di memorinya.
4. Kenali penybab ketidaksukaan si kecil pada sayuran. Jika tidak suka karena teksturnya yang kasar, Anda bisa menghaluskan kembali atau mencincangnya lebih halus.
5. Jika tidak suka satu jenis sayur, bukan berarti Anda menghapusnya dalam menu harian si kecil. perkenalkanlah di lain waktu.


Facebook : Keuntungan dan Kerugiannya

Fenomena facebook akhir-akhir ini memang cukup meningkat.Banyak surat kabar, TV dan internet terutama blog membahas ini,tak terkecuali blog ini. Facebook merupakan salah satu web site yang menyediakan fasilitas pertemanan. Didalam facebook sendiri banyak sekali fasilitas yang disediakan antara lain chat. Fasilitas chat inilah yang membedakan facebook dengan web social networking lainnya seperti friendster. Walapun terhitung baru, facebook kini sudah menjalar kesemua lapisan masyarakat terutama remaja. Tanpa facebook remaja bisa disebut kuper alias kurang pergaulan. Wabah inilah yang membawa Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) berniat untuk mengkaji situs pertemanan facebook. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian penggunan facebook menurut pengamatan penulis.
Diawali dengan aspek kerugiaannya:

Kerugian

1. Mengurangi waktu efektif anda (karena anda bisa bermain facebook berjam-jam).
2. Pornografi (facebook sangat memungkinkan untuk penyebaran poto-poto yang berbau pornografi)
3. Menghabiskan uang Anda (silahkan cek billing warnet ketika anda bermain facebook diwarnet,awas tak terasa uang anda sudah banyak terpakai)
4. Tugas sekolah terbengkelai (bagi pelajar, awalnya pergi ke internet sih cari data buat tugas. Tetapi setelah sampai didepan komputer. Yang pertama dibuka adalah facebook, yang kedua facebook, dan yang ketiga facebook, facebookan terus deh. … akhirnya lupa deh tujuan awal ke internet)
5. Individualistik.(bagaimanapun silaturahmi tatap muka lebih kena di hati)
6. Kerjaan terbengkelai (bagi para bos, sering awasi karyawan anda, kalau tidak ingin kerjaan dikantor anda berantakan)
7. Meningkatkan rasa cemburu diantara suami/istri (pernah ada rekan kerja saya (cewek). Karena difacebook dia banyak teman pria waktu kuliah dulu yang sering menuliskan komentar . suaminya jadi cemberut katanya.)
8. Menimbulkan pertengkaran keluarga. (karena status di facebook tidak diganti sesuai dengan kenyataan. Awas pertengkaran keluarga mengintai anda.)
9. Black campaign (Say no to ….. , Katakan tidak untuk …… itulah yang akhir-akhir ini banyak muncul di facebook).
10. Spionase. (Shin Bet selaku lembaga keamanan israel memperingatkan penduduk Israel agar ekstra hati-hati kala memakai Facebook. Pasalnya, Shine Bet menemukan bukti bahwa musuh-musuhnya, yakni organisasi teror di negara-negara Arab memakai situs jejaring seperti Facebook untuk merekrut mata-mata atau bahkan membunuh orang Israel. User Facebook di Israel pun diperingatkan untuk tidak memberi nomor telepon atau membalas pesan orang asing.) (pen: jangan-jangan andalah yang memakai startegi itu yahudi!)

Keuntungan

1. Menjalin silaturahmi (Islam menganjurkan kita untuk saling manjaga tali silaturahmi antar sesama umat islam)
2. Tempat belajar (banyak game pembelajaran disini, seperti mencoba tes toefl dan lain sebagainya.)
3. Refreshing (facebook bisa digunakan untuk sedikit refreshing ditengah kepenatan anda bekerja dikantor, misalnya, seperti bermain game di facebook)
4. Bisnis (bagi orang yang bermata bisnis, facebook merupakan salah satu ladang bisnis yang cukup menggiurkan, lihat saja kolom iklan facebook, sepertinya tidak pernah sepi dari iklan, malah makin banyak saja yang beriklan.)
5. Tempat curhat (facebook bisa menjadi sarana curhat, kita tinggal menuliskan sepenggal kalimat yang menggirukan di kolom keadaan anda. Pasti deh komentar banyak berdatangan.)
6. Praktis (facebook mempunyai banyak fasilitas dibandingkan dengan situs jejaring lainnya. Sehingga lebih praktis dan komplit.contoh fasilitas yang todak da pada situs jejarin lainnya adalah chatting.)
7. Cari jodoh (facebook merupakan salah satu tempat yang bisa diandalkan untuk tempat mencari jodoh, pada bagian inilah Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) mengharamkannya, larangan tersebut ditekankan pada adanya hubungan pertemanan spesial yang berlebihan. Apabila hubungan pertemanan spesial tersebut dilakukan untuk mengenal karakter seseorang dalam kerangka keinginan menikahinya dengan keyakinan keinginannya akan mendapatkan restu dari orang tua, hal tersebut tetap diperbolehkan. Dalam penentuan pernyataan tersebut, FMP3 menggunakan sejumlah dasar. Antara lain Kitab Bariqah Mahmudiyah halaman 7, Kitab Ihya’ Ulumudin halaman 99, Kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubra halaman 203, serta sejumlah kitab dan tausyiyah dari ulamak besar. Bagaimana dengan MUI ?. “Kami menghargai pendapat ulama itu, tapi menurut saya yang diharamkan itu kontennya yang bermuatan gosip, dan mengumbar keburukan privasi orang lain bahkan lebih parah lagi adanya gambar porno,” tandas Amidhan saat dihubungi detikINET, Senin (25/5/2009). Menurut Amidhan, ulama-ulama dari Jawa Timur tersebut tidak termasuk dalam wadah MUI pusat. Amidhan menambahkan, haramnya konten dalam Facebook berbeda dengan haramnya babi. “Kalau babi kan zatnya haram, kalau Facebook mau dipegang atau dimakan sah-sah saja.)
8. Tempat kampanye politik paling murah (bulan-bulan ini adalah waktunya untuk pemilu. Kampanye adalah hal biasa yang sering muncul setiap hari. Termasuk difacebook. Bila dibandingkan dengan media lainnya. Facebooklah yang paling murah digunakan untuk melakukan kampanye politik. Di iran , pemerintah Iran diisukan dengan pemblokiran facebook karena digunakan oleh pihak oposisi untuk kampanye menjelang pemilu presiden 12 juni. Tetapi hal itu dibantah oleh Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyangkal laporan yang menyebutkan negaranya telah ‘mengharamkan’ Facebook. Ahmadinejad mengatakan dirinya percaya pada kebebasan berekspresi.)

Bagaimana cara penggunaan facebook adalah terserah anda. Karena menggunakan facebook adalah sebuah pilihan.

EBOOK GRATIS

”buku ”buku ”buku ”diagnosis ”buku

Entri Populer